🕋 KHUTBAH PERTAMA
Mukadimah
Amma ba’du.
Hadirin Jamaah Jum'at Masjid Karang Baru yang dimuliakan Allah,
Puji syukur senantiasa kita panjatkan ke hadirat Allah ﷻ, yang selalu mencurahkan rezeki-Nya kepada kita, sekecil apa pun rezeki itu. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, sebaik-baik teladan dalam beribadah maupun bermuamalah (berdagang dan bekerja). Tak lupa, khatib berwasiat kepada diri khatib sendiri dan bapak-bapak sekalian, marilah kita pelihara dan tingkatkan taqwa kita kepada Allah ﷻ di manapun kita berada—baik di dalam masjid, di tengah sawah, maupun di hiruk-pikuknya pasar.
Ancaman Berbuat Curang dalam Berdagang
Hadirin yang dirahmati Allah,
Mayoritas penduduk desa kita mencari nafkah dengan berjualan di pasar, membuka warung, atau bertani hasil bumi. Islam sangat memuliakan orang yang bekerja keras mencari rezeki halal. Namun, ada satu godaan besar yang sering menghampiri saat kita mencari uang: godaan untuk berbuat tidak jujur agar mendapat keuntungan yang lebih besar.
Kadang-kadang, terbesit godaan di pasar: mengurangi timbangan beras, mencurangi literan minyak, atau mencampur barang yang bagus di atas keranjang sementara yang busuk disembunyikan di bagian bawah. Kita berpikir, "Ah, pembeli tidak akan tahu." Benar, pembeli mungkin tidak tahu, tapi apakah Allah Yang Maha Melihat juga tidak tahu?
Allah ﷻ memberikan ancaman yang sangat keras bagi orang-orang yang curang dalam timbangan dan takaran:
“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang). (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.” (QS. Al-Muthaffifin: 1-3)
Kisah Teguran Rasulullah kepada Pedagang
Jamaah sekalian,
Mari kita renungkan kisah Baginda Nabi Muhammad ﷺ. Suatu ketika, Rasulullah ﷺ sedang berjalan melewati pasar. Beliau melihat setumpuk makanan (gandum) yang dijual oleh seorang pedagang. Makanan itu tampak sangat bagus dari luarnya.
Lalu, Rasulullah ﷺ memasukkan tangan beliau ke bagian dalam tumpukan gandum tersebut. Tiba-tiba jari-jari beliau merasakan basah dan mendapati gandum yang rusak di bagian bawah. Rasulullah ﷺ langsung menegur pedagang itu: "Apa ini wahai pemilik makanan?"
Pedagang itu menjawab dengan gugup, "Terkena air hujan, wahai Rasulullah."
Lalu Nabi ﷺ bersabda dengan tegas:
"Mengapa engkau tidak meletakkannya di bagian atas agar orang-orang bisa melihatnya? Barangsiapa yang menipu kami, maka ia bukan dari golongan kami." (HR. Muslim)
Nasihat Praktis untuk Keberkahan Rezeki
Kisah ini adalah teguran langsung untuk kita. Sering kita jumpai saat panen buah-buahan, mangga atau jeruk yang besar dan mulus diletakkan di keranjang paling atas. Sedangkan yang kecil-kecil, berulat, atau belum matang disembunyikan di bawah. Ini adalah bentuk penipuan yang membuat Rasulullah ﷺ tidak mau mengakui kita sebagai umatnya! Naudzubillahi min dzalik.
Apa untungnya kita mendapat uang lebih banyak sedikit dari hasil menipu, namun uang itu kehilangan barokah (keberkahan)? Uang hasil tipuan yang kita belikan beras lalu dimakan oleh anak istri kita, hanya akan menjadi penyakit, membuat anak susah diatur, menjauhkan keluarga dari ibadah, dan menjadi api neraka di akhirat kelak.
Nasihat praktis untuk kita semua: Mulai hari ini, mari kita bersihkan cara kita mencari rezeki.
Kejujuran mungkin membuat keuntungan terlihat sedikit di awal, tapi percayalah, Allah akan mendatangkan pembeli-pembeli yang setia (langganan) karena mereka percaya pada kejujuran bapak sekalian. Sebagaimana sabda Nabi ﷺ:
"Pedagang yang jujur dan terpercaya akan dibangkitkan bersama para Nabi, orang-orang shiddiq, dan para syuhada." (HR. Tirmidzi)
Semoga kita semua dikaruniakan rezeki yang halal, thayyib, dan barokah untuk menafkahi keluarga kita.
🕋 KHUTBAH KEDUA
أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى، وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ.
Hadirin yang berbahagia,
Di khutbah kedua ini, khatib mengajak jamaah untuk membulatkan tekad: mari bawa pulang uang yang 100% bersih ke rumah kita. Berapapun jumlahnya, kalau halal, Allah akan cukupkan untuk kebutuhan kita. Sedikit tapi berkah itu lebih baik dan menenangkan hati daripada banyak tapi haram dan membuat hidup penuh rasa cemas.
Mari kita memohon ampunan kepada Allah, mungkin selama ini kita pernah khilaf dalam berdagang atau bertani.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Memberi Rezeki. Ampunilah kelalaian kami dalam mencari rezeki-Mu. Jika ada harta haram atau syubhat yang tanpa sengaja masuk ke perut kami dan anak istri kami, ampuni kami Ya Allah, sucikanlah jiwa dan raga kami.
Ya Allah, anugerahkanlah kepada masyarakat desa Karang Baru sifat jujur dan amanah. Lindungilah desa kami dari bahaya riba, penipuan, dan kecurangan yang mengundang murka-Mu. Berikanlah kepada kami rezeki yang halal, melimpah, dan berkah.
Ya Allah, jagalah para pemimpin kami, bimbinglah mereka agar selalu adil dan membela kebenaran. Tuntunlah anak-anak kami menjadi generasi yang takut kepada-Mu dan jujur dalam langkahnya.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.
Tulis Komentar
Silakan tinggalkan pesan atau pertanyaan Anda dengan sopan.