Kembali

Mewariskan Akhlak, Bukan Sekadar Harta / Pentingnya Pendidikan Anak

Mewariskan Akhlak, Bukan Sekadar Harta / Pentingnya Pendidikan Anak

March 12, 2026

🕋 KHUTBAH PERTAMA

Mukadimah

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.

Amma ba’du.

Hadirin Jamaah Jum'at Masjid Karang Baru yang dirahmati Allah,

Segala puji bagi Allah ﷻ yang telah menitipkan kepada kita berbagai kenikmatan, termasuk nikmat berkeluarga dan memiliki keturunan. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada teladan abadi kita, Rasulullah Muhammad ﷺ. Melalui mimbar jum'at yang penuh barokah ini, khatib kembali mengingatkan diri khatib pribadi dan hadirin sekalian: marilah kita jaga dan tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah ﷻ. Takwa adalah satu-satunya bekal yang paling berharga untuk menyelamatkan diri dan keluarga kita di dunia maupun di akhirat kelak.


Sawah Dirawat, Bagaimana dengan Anak Kita?

Jamaah Jum'at yang berbahagia,

Sebagai orang tua di desa ini, kita semua adalah pekerja keras. Bapak-bapak rela bangun sebelum subuh, menembus dinginnya kabut pagi untuk pergi ke sawah, ke ladang, atau ke pasar. Kulit menjadi legam terbakar matahari, tulang terasa linu setiap malam. Kalau ditanya untuk apa bapak-bapak bekerja sekeras itu? Jawabannya pasti seragam: "Demi anak-anak. Biar mereka bisa makan, bisa sekolah tinggi, dan kelak saya bisa mewariskan tanah atau rumah untuk mereka."

Niat itu sungguh mulia. Namun hadirin sekalian, ada sebuah kekeliruan besar yang sering tidak kita sadari. Kita sering kali menyamakan kasih sayang kepada anak dengan sekadar memberikan harta benda dan warisan fisik semata.

Coba kita renungkan. Tanaman padi di sawah kita rawat setiap hari. Kita cabuti rumput liarnya, kita beri pupuk, kita jaga dari hama wereng agar panennya bagus. Lalu pertanyaannya, apakah kita sudah merawat anak-anak kita seperti kita merawat padi tersebut? Apakah kita sudah mencabuti "rumput liar" pergaulan buruk dari hidup mereka? Apakah kita sudah memberi mereka "pupuk" berupa pendidikan agama dan akhlak?

Allah ﷻ memberikan peringatan keras kepada para kepala keluarga dalam Surat At-Tahrim ayat 6:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu...” (QS. At-Tahrim: 6)


Warisan Terbaik Adalah Akhlak, Bukan Tanah

Saudaraku warga desa Karang Baru,

Betapa banyak kejadian di sekitar kita, seorang bapak meninggal dunia meninggalkan warisan tanah berhektar-hektar, sawah, dan rumah yang bagus. Tapi anak-anaknya tidak pernah diajari agama. Apa yang terjadi? Saat bapaknya di dalam kubur sangat butuh kiriman doa Robbighfirlii waliwaalidayya, anak-anaknya malah sibuk bertengkar, ribut, dan bermusuhan memperebutkan warisan tanah. Naudzubillahi min dzalik!

Rasulullah ﷺ telah mengingatkan kita tentang warisan yang paling utama yang harus ditinggalkan oleh seorang ayah kepada anaknya:

مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدًا مِنْ نَحْلٍ أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ

"Tiada suatu pemberian yang lebih utama dari orang tua kepada anaknya selain dari pada pendidikan akhlak yang baik." (HR. Tirmidzi)

Hadirin sekalian, anak adalah investasi akhirat kita. Apabila kita meninggal kelak, cangkul kita akan berkarat, sawah kita akan digarap orang lain, warung kita akan dikelola orang lain. Namun, ada satu hal yang akan terus mengalirkan pahala ke alam kubur kita: yaitu doa dari anak yang shalih dan shalihah.


Nasihat Praktis: Memulai Pendidikan dari Rumah

Maka dari itu, khatib ingin menyampaikan nasihat praktis untuk kita semua para orang tua:

Pertama, ubahlah kebiasaan bertanya kita. Kalau selama ini sepulang kerja kita hanya bertanya, "Nak, kamu sudah makan?", maka mulai hari ini tambahkan pertanyaan, "Nak, kamu sudah shalat Ashar belum? Sudah shalat Maghrib belum?"
Kedua, antarkan anak-anak kita ke guru ngaji, TPQ, atau madrasah di desa kita. Sisihkan sebagian hasil panen kita untuk membiayai pendidikan agama mereka. Itu jauh lebih berharga daripada membelikan mereka gawai (HP) model terbaru.
Ketiga, jadilah contoh atau teladan. Jangan sampai kita menyuruh anak shalat ke masjid, tapi bapaknya sendiri asyik merokok di depan TV saat adzan berkumandang. Anak lebih mudah meniru perbuatan daripada mendengarkan perkataan.

Semoga Allah ﷻ membimbing kita semua untuk menjadi orang tua yang amanah, serta menjadikan anak-anak dan keturunan desa Karang Baru ini sebagai generasi yang cinta masjid, berbakti kepada orang tua, dan menjunjung tinggi akhlak mulia.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

🕋 KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ تَعْظِيمًا لِشَأْنِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوَانِهِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَإِخْوَانِهِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ فِيمَا أَمَرَ، وَانْتَهُوا عَمَّا نَهَى عَنْهُ وَزَجَرَ.

Hadirin jamaah Jum'at yang dirahmati Allah,

Di khutbah yang kedua ini, mari kita pusatkan pikiran dan niat kita untuk keluarga di rumah. Anak-anak kita hidup di zaman yang serba sulit, fitnah ada di mana-mana, terutama dari tontonan di layar HP mereka. Jika kita tidak membentengi mereka dengan agama dan akhlak, mereka akan mudah terseret arus yang merusak masa depan mereka.

Mari kita tundukkan kepala, memohon kepada Allah Yang Maha Menggenggam Hati, agar anak keturunan kita senantiasa dijaga oleh-Nya.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

Ya Allah Yang Maha Penyayang. Ampunilah dosa-dosa kami, kelemahan kami dalam mendidik anak-anak kami. Jika selama ini kami lebih sibuk mencari dunia dan menelantarkan pendidikan agama mereka, ampunilah kami Ya Rabb, bimbinglah kami menjadi orang tua yang lebih baik.

Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami di desa Karang Baru ini sebagai anak yang shalih dan shalihah, penyejuk pandangan mata kami. Hindarkanlah mereka dari pergaulan bebas, dari minuman keras, dari narkoba, dan dari akhlak yang tercela. Lembutkanlah hati mereka untuk mau menegakkan shalat dan berbakti kepada kami, orang tuanya.

Berikanlah kemudahan bagi kami dalam mencari rezeki yang halal, agar dapat kami gunakan untuk membesarkan mereka di jalan-Mu.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.


Bagikan artikel ini:

Komentar

Tulis Komentar

Silakan tinggalkan pesan atau pertanyaan Anda dengan sopan.

Memuat data...