🕋 KHUTBAH PERTAMA
Menyambut Dzulhijjah: Bukti Cinta Melalui Ibadah Qurban
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Hadirin Sidang Jumat, khususnya warga Desa ----------------------- yang dirahmati Allah,
Mengawali khutbah di hari yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan kepada jamaah sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah ﷻ. Takwa dalam arti yang sesungguhnya: menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Panggilan Cinta di Bulan Dzulhijjah
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Waktu terus berjalan, dan tanpa terasa kita mulai mendekati bulan Dzulhijjah, bulan di mana terdapat syariat yang sangat agung, yaitu ibadah Qurban. Ibadah ini bukan sekadar rutinitas tahunan, bukan sekadar memotong hewan dan membagikan dagingnya. Lebih dari itu, qurban adalah bukti cinta, wujud syukur, dan ujian ketulusan hati kita kepada Sang Pencipta.
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Kautsar ayat 1-2:
"Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah)."
Ayat ini menyapa hati kita. Allah telah memberikan kita nikmat yang tak terhitung jumlahnya. Nikmat sehat, nikmat rezeki, nikmat keluarga, hingga nikmat bisa bernapas menghirup udara segar di Desa ----------------------- yang kita cintai ini. Lalu, apa balasan kita atas segala nikmat itu? Allah hanya meminta kita mendirikan shalat dan menyisihkan sedikit harta kita untuk berqurban.
Keutamaan Tetesan Darah Qurban
Jamaah rahimakumullah,
Sungguh beruntung, amat sangat beruntung orang-orang yang hatinya tergerak untuk berqurban. Mengapa? Karena tetesan darah pertama dari hewan qurban itu adalah pengampunan atas dosa-dosa kita. Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah dari pada mengalirkan darah (berqurban). Sungguh, hewan qurban itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kukunya. Dan sungguh, darah hewan qurban itu telah sampai (diterima) di sisi Allah sebelum darah itu menetes ke tanah. Maka, bersihkanlah jiwa kalian dengan berqurban." (HR. Tirmidzi)
Bayangkan saudaraku, di hari kiamat kelak, ketika kita kebingungan mencari pertolongan, hewan-hewan yang kita qurbankan di dunia ini akan datang menjadi saksi dan kendaraan kita melewati titian Shirathal Mustaqim. Setiap helai bulunya dihitung sebagai satu kebaikan. Subhanallah.
Kisah Teladan Ibnu Umar
Hadirin warga Desa ----------------------- yang hatinya senantiasa terpaut pada masjid,
Mari kita tengok lembaran sejarah manusia-manusia mulia di masa lalu. Ada sebuah kisah inspiratif dari seorang sahabat Nabi, yakni Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma. Beliau adalah orang yang sangat dermawan dan selalu ingin memberikan yang terbaik untuk Allah.
Suatu ketika, Ibnu Umar memiliki seekor unta yang sangat bagus, gemuk, dan paling ia sayangi di antara seluruh harta ternaknya. Karena begitu cintanya beliau pada unta tersebut, apa yang beliau lakukan? Apakah beliau menyimpannya untuk dikembangbiakkan agar semakin kaya? Tidak. Beliau justru menuntun unta kesayangannya itu untuk disembelih sebagai hewan qurban.
Ketika ditanya mengapa beliau menyembelih hewan yang paling disayanginya, Ibnu Umar membacakan firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 92:
"Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai..."
Kisah ini menampar hati kita. Terkadang, kita berat mengeluarkan uang beberapa juta rupiah untuk berqurban, padahal untuk membeli barang-barang kesenangan dunia, membeli smartphone mahal, mencicil kendaraan, atau merenovasi rumah, kita mampu mencari jalan keluarnya.
Ancaman Bagi yang Mampu Namun Enggan
Saudaraku yang diberikan kelapangan rezeki oleh Allah,
Khatib menyeru dengan penuh cinta, jadikanlah qurban tahun ini sebagai wujud syukur atas rezeki yang Allah titipkan. Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang disinggung keras oleh Rasulullah ﷺ dalam sabdanya:
"Barangsiapa yang memiliki kelapangan (harta), sedangkan ia tidak berqurban, maka janganlah dekat-dekat tempat shalat kami." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Ancaman ini sangat tegas. Allah tidak butuh daging dan darah qurban kita. Yang Allah lihat adalah ketakwaan kita. Qurban adalah tentang berbagi kebahagiaan. Bayangkan senyum saudara-saudara kita, para tetangga kita di Desa ----------------------- ini, anak-anak yatim, dan para janda tua yang mungkin hanya bisa makan daging setahun sekali saat Idul Adha. Ketika Anda berqurban, Anda sedang menyuapkan kebahagiaan ke dalam mulut mereka. Anda sedang mengikat tali persaudaraan dengan cinta yang nyata.
Nasihat Praktis: Patungan Qurban
Hadirin, berqurban itu mudah dan ringan jika didasari iman. Syariat kita sangat indah dan memudahkan.
• Jika Anda memiliki rezeki lebih, Anda bisa berqurban satu ekor kambing atau domba untuk diri Anda dan keluarga.
• Namun jika dirasa berat, Islam memberikan solusi. Anda bisa patungan atau iuran 7 orang untuk membeli 1 ekor sapi.
Mari kita hitung bersama. Jika harga seekor sapi 21 juta rupiah, dibagi 7 orang, maka masing-masing hanya mengeluarkan 3 juta rupiah. Jika uang itu ditabung selama satu tahun, kita hanya perlu menyisihkan kurang dari 10 ribu rupiah per hari. Masa iya, untuk rokok, untuk jajan, untuk pulsa kita sanggup mengeluarkan puluhan ribu tiap hari, tapi untuk kendaraan kita di akhirat kita merasa tak mampu?
Kuncinya bukan pada seberapa besar gaji kita, tapi seberapa besar panggilan iman di dada kita. Mulailah niatkan dari sekarang. Daftarkan diri Anda ke panitia qurban di masjid atau mushala terdekat di Desa ----------------------- ini. Jangan tunda kebaikan, karena kita tidak pernah tahu apakah tahun depan kita masih diberikan kesempatan untuk menemui Idul Adha.
Semoga Allah ﷻ melembutkan hati kita, melapangkan rezeki kita, dan memampukan kita semua, wabil khusus warga Desa -----------------------, untuk bisa menunaikan ibadah qurban di tahun ini. Amin ya Rabbal 'Alamin.
🕋 KHUTBAH KEDUA
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Hadirin jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Di khutbah kedua ini, khatib kembali mengingatkan, marilah kita berlomba-lomba dalam kebaikan. Jadikanlah harta yang kita miliki sebagai jalan penolong kita menuju surga-Nya Allah. Jangan biarkan Idul Adha berlalu begitu saja tanpa ada tetesan darah qurban dari keluarga kita. Baik itu berqurban kambing sendiri, maupun patungan sapi bertujuh, niatkanlah ikhlas hanya karena Allah.
Mari kita tutup khutbah ini dengan berdoa kepada Allah ﷻ. Heningkan cipta, tundukkan hati, semoga Allah mengabulkan doa-doa kita.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ.
Ya Allah... ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dan dosa para guru-guru kami.
Ya Allah yang Maha Pemberi Rezeki... bukakanlah pintu rezeki yang halal dan barakah untuk kami semua, khususnya bagi warga Desa ----------------------- ini. Lapangkanlah urusan kami, dan mudahkanlah langkah kami untuk melaksanakan ibadah qurban di tahun ini.
Ya Rabb... jadikanlah desa kami ini desa yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, desa yang aman, damai, penuh kepedulian antar sesama, dan dijauhkan dari segala macam marabahaya dan fitnah. Tumbuhkanlah rasa cinta dan kedermawanan di dalam hati kami, agar kami mampu berbagi dan mengukir senyum di wajah saudara-saudara kami yang kekurangan.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
Tulis Komentar
Silakan tinggalkan pesan atau pertanyaan Anda dengan sopan.